cari

Sabtu, 12 November 2011

Kelompok-Kelompok Sosial



Kelompok social merupakan kelompok yang terdiri dari kumpulan – kumpulan individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensif dan teratur, sehingga diharapkan adanya pembagian tugas, struktur, serta norma – norma tertentu yang berlaku bagi mereka. Syarat terjadinya kelompok social adalah :
1.      Terdapat hubungan timbal balik diantara individu – individu yang tergabung dalam kelompok.
2.      Adanya faktor yang sama dan dapat mempererat hubungan mereka yang tergabung dalam kelompok. Misalnya nasib, kepentingan, tujuan, dan sebagainya.
3.      Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku
4.      Dan lain – lain
Kelompok social yang paling sederhana adalah keluarga. Kelompok social pada dasarnya dapat dibedakan menjadi atas :
1.      Kelompok social yang teratur
2.      Kelompok social yang tidak teratur
Dari ke dua kelompok tersebut diatas masih dapat dibedakan menjadi beberapa jenis lagi. klasifikasinya adalah :
1.      Berdasarkan besar kecilnya jumlah anggota kelompok :
a.       Kelompok Primer ( Primary Group )
b.      Kelompok Sekunder ( Secondary Group )
2.      Berdasarkan atas derajat organisasinya :
a.       Kelompok formal ( Formal group )

b.      Kelompok Informal ( Informal Group )
3.      Berdasarkan atas interaksinya :
a.       Kelompok Referensi ( reference group )
b.      Kelompok Membership ( membership group )
4.      Berdasarkan kelompok social yang tidak teratur :
a.       Kerumunan ( Crowd )
b.      Publik
c.       Massa
A.    Kelompok Primer dan Sekunder :
Ciri dari kelompok primer adalah :
1.      Hubungan anggota satu sama lain harus saling berdekatan
2.      Jumlah anggotanya kecil, dan harus menjalin komunikasi agar saling kenal dan akrab
3.      Hubungan antar anggota agak permanen dan bersifat inklusif. Maksudnya hubungan yang terjadi harus melekat pada kepribadian seseorang dan tidak dapat digantikan oleh orang lain, dan harus menyangkut segala kepribadiannya.
Kelompok primer dapat menguntungkan individu. Keuntungannya adalah :
1.      dapat menunjang sifat balik manusia dan dapat memberikan kekuatan dan dorongan kepada individu, sehingga dapat mengurangi sifat individu yang lemah.
2.      Dapat mempertebal ketergantungan individu terhadap kelompoknya.
3.      Dapat memperbesar rasa loyalitas
4.      Dapat memberikan pegangan pada individu, supaya tidak mengalami kebingungan dan frustasi.
Contoh bentuk dari kelompok primer, adalah keluarga, kelompok bermain, kelompok kerja dan sebagainya. Berbeda dengan kelompok primer, untuk kelompok sekunder

merupakan kebalikan dari kelompok primer. Sifat – sifat dan karakter kelompok sekunder adalah sebagai berikut :
1.      jumlah anggotanya banyak, sehingga anggotanya tidak saling mengenal
2.      hubungannya renggang dan anggotanya tidak perlu saling mengenal secara pribadi.
3.      Sifatnya tidak permanen
4.      Hubungannya cenderung formil, karena kontak yang terjadi sangat sedikit, dan dilakukan apabila ada kepentingan semata.
Jadi dapat disimpulkan bahwa para anggotanya tidak terdapat loyalitas terhadap kelompok sehingga tidak tercapai kesehjateraan bersama seperti dalam kelompok primer. Karena hubungan renggang diantara para anggotanya, maka semua keputusan bersifat obyektif dan tidak mempertimbangkan faktor pribadi. Disamping itu, kelompok sekunder, tidak adanya dedikasi terhadap kelompok mereka karena tidak ada landasan yang bertujuan untuk mencapai kesehjateraan bersama.
B.     Kelompok Formal dan Informal :
Kelompok formal ( resmi ) merupakan organisasi kelompok yang mempunyai peranan yang tegas dan sengaja dibuwat oleh anggotanya untuk ditaati serta untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Karena ini termasuk kelompok resmi, ada struktru organisasinya, yang didalamnya terdapat pembagian tugas dan wewenang masing – masing anggota. Misalnya PERSARI,ISWI,KORPRI, dll.
Kelompok Informal merupakan kelompok yang tidak resmi dan tidak mempunyai struktrur dan organisasi  yang pasti. Biasanya kelompok ini dibentuk atas dasar pengalaman – pengalaman dan kepentingan – kepentingan yang sama dari para anggotanya. Sifat interaksinya pun timbal balik, maka loyalitas anggotanya pun besar seklai, disamping itu juga karena jumlah anggotanya sedikit, maka anggota kelompok dapat lebih mengenal secara

 pribadi, dan sering bertatap muka. Cirri kelompok informal sama dengan kelompok primer. Contoh dari kelompok ini adalah kelompok arisan.
C.     Membership dan Reference Group :
Membership group merupakan kelompok dimana setiap orangs ecara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Yang menjadi kunci utamanya adalah interaksinya dengan kelompok social yang bersangkutan.
Reference Group merupakan kelompok social yang menjadi ukuran bagi seseorang ( bukan anggota kelompok ) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Missal seseorang dari desa itu merupakan reference groupnya karena dia telah menyetujui kerangka norma – norma dan pedoman hidup dari keluarganya yang ada di desa itu. Kemudian ia ingin melanjutkan sekolahnya dikota besar, dimana kota besar ini telah mempunyai kerangka pedoman hidup yang berbeda, maka disini ia masuk dalam kelompok membership group.
Jadi dari contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang bukan anggota kelompok social yang bersangkutan, mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok tersebut. Mengenai reference group, ada 2 tipe yaitu :
a.       Tipe Normatif, yang menentukan dasar bagi kepribadian seseorang. Missal angkatan bersenjata
b.      Tipe perbandingan, yang merupakan suatu pegangan bagi individu di dalam menilai kepribadiannya untuk memberikan kedudukan bagi seseorang.
D.    Kelompok Sosial Tidak Teratur :
Bentuk – bentuk kelompok social tidak teratur dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kerumunan ( crowd ), public dan massa.
1.      Kerumunan
Karakteristik dari kerumunan adalah :

1.      Adanya kehadiran individu secara fisik dan ukurannya, yaitu sejauh mata memandang dan telinga mendengarkan. Artinya kerumunan itu akan bubar apabila individu – individu yang berkerumun membubarkan dirinya. Jadi kerumunan tidak akan terjadi lama, karena kerumunan merupakan suatu kelompok yang bersifat sementara.
2.      Merupakan kelompok yang tidak terorganisir. Tidak mempunyai pimpinan dan tidak mengenal pembagian kerja maupun system pelapisan dalam masyarakat.
Timbulnya kerumunan, karena adanya minat, hasrat atau kepentingan bersama dan diantara para anggotanya berkembang pengaruh dan seperti timbale balik yang kadang – kadang kuat tetapi tidak kekal dan tidak rasional. Kerumunan dapat dibedakan atas beberapa bentuk :
I.                   Kerumunan yang bersifat struktur social :
a.       Formal audiences
Bentuknya mempunyai pusat perhatian yang sama serta tujuan – tujuan yang sama, akan tetapi sifatnya pasif. Misal penonton bioskop, penonton olahraga, para pendengar khotbah keagamaan, dan lain – lain.
b.      Planned Expressive Groups :
Pusat perhatian tak begitu dipentingkan, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitasnya guna menyalurkan ketegangan – ketegangan yang dialami orang kareena pekerjaan sehari – hari. Missal kerumunan dansa, perjamuan, pesta dll.
II.                Kerumunan yang sifatnya sementara :
a.       Inconvenient Aggregation


Kumpulan yang kurang menyenangkan. Dalam kerumunan ini kehadiran orang lain dianggap sebagai suatu halangan terhadap tujuan seseorang dan dapat berakhir dengan permusuhan. Missal orang yang antri karcis, kelompok yang menunggu bus umum dan lain – lain.
b.      Panics Crowd
Kerumunan orang – orang yang sedang dalam  keadaan panic. Missal orang – orang yang berusaha menyelamatkan diri dari bahaya banjir, perang dan bencana lainnya.
c.       Spectator Crowds
Kerumunan dari orang – orang yang ingin melihat suatu kejadian tertentu. Missal kerumunan penonton.
III.             Kerumunan yang berlawanan dengan norma – norma hukum :
a.       Acting Mobs
Kerumunan yang bertindak secara emosional. Missal pembunuhan yang dilakukan beramai – ramai, kelompok perampok, kerumunan pemberontak, dan lain-lain
b.      Immoral Crowds
Kerumunan yang bersifat immoral atau posesif, dan bertentangan dengan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Missal kelompok yang  mengadakan pesta yang menggemparkan dan merusak.
Kerumunan menunjukan gejala-gejala umum, yaitu inteeraksinya bersifat spontan, tidak terorganisasi, terjadinya kontak – kontak fisik, bersifat sementara, dan tercermin dalam masyarakat manusia.
2.      Publik

Publik merupakan kelompok yang bukan kesatuan, karena individu – individu tidak pernah saling bertemu. Interaksi bersifat tidak langsung melalui alat – alat media. Missal melalui pembicaraan melalui gossip, berita, surat kabar, radio dan tv. Cirinya terdapat adanya minat yang sama, dan tidak berarti pendapatnya harus sama pula, dalam menanggapi suatu persoalan tertentu.
            Dalam suatu public, anggotanya dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu :
1.      Kelompok Vested Interest
Kelompok yang merupakan sekumpulan orang – orang yang sudah mempunyai kedudukan tertentu dalam masyarakat.
2.      Kelompok New Comer
Kelompok yang merupakan sekumpulan orang – orang yang ingin memperjuangkan kepentingan – kepentingan baru. Sifatnya kontra
3.      Kelompok Pasif
Kelompok yang merupakan sekumpulan orang – orang yang hanya mempunyai minat saja, akan tetapi belum menentukan pendiriannya terhadap suatu persoalan.
3.      Massa
            Massa merupakan kumpulan orang banyak yang mempunyai kehendak atau pandangan yang sama, akan tetapi tidak berkerumun pada suatu tempat tertentu dan mengikuti kejadian dan peristiwa yang penting dengan alat –alat komunikasi modern seperti halnya public
            Setiap individu tindakannya bersifat tidak spontan terhadap sugesti yang timbul dalam media massa, dan masing – masing individu menyadari akan dirinya dan kepentingannya.



Jumat, 27 Februari 2009

BaTak...??

Budaya atau Kebudayaan Indonesia adalah keseluruhan budaya yang ada di tanah air yang terdiri dari beragam suku dan bangsa. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab.

Kebudayaan Batak :

Kebudayaan Batak yaitu seluruh nilai-nilai kehidupan suku bangsa Batak diwaktu-waktu mendatang yang merupakan penerusan dari nilai kehidupan lampau dan menjadi faktor penentu sebagai identitasnya. Refleksi dari nilai-nilai kehidupan tersebut menjadi suatu ciri yang khas bagi suku bangsa Batak yakni : Keyakinan dan kepercayaan bahwa ada Maha Pencipta sebagai Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta segala sesuatu isinya, termasuk langit dan bumi.

didalam menjalankan kehidupan suku bangsa Batak terutama interaksi antara sesama manusia dibuatlah nilai-nilai antara sesama, etika maupun estetika yang dinamai Adat. Suku bangsa Batak mempunyai system kekerabatan yang dikenal dan hidup hingga kini yakni Partuturon.

beberapa ahli berpendapat bahwa orang Batak Karo, khususnya marga Sembiring, merupakan orang yang paling banyak mendapat pengaruh dari budaya Tamil ini. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Sembiring merupakan keturunan Tamil. Banyak nama marga dan sub – marga rumpun Sembiring seperti Pandia, Meliala dan Cholia, Berasal dari bahasa Tamil. Begitu juga dengan rumpun Borbor di daerah Toba atau Dairi.

membakar mayat dan menghanyutkannya sebagian dari tulang-tulang di sungai umpamanya, adalah kebiasaan marga Sembiring yang mungkin berasal dari Tamil.

istem budaya Batak kuno sangat terbuka dengan masuknya keberagaman budaya asing sehingga orang-orang Bugis, Melayu, Aceh dan lain sebagainya dapat masuk menjadi bagian dari adat Dalihan Na Tolu dengan mudah.

Dapat kita simpulkan bahwa Bangsa Batak merupakan bangsa yang terbuka dengan kebudayaan dan pengaruh dari luar. Walau secara teritorial mereka sangat menutup diri dari hingar-bingar perpolitikan seperti perang dan penjajahan. Faktor lainnya adalah, perkembangnya ilmu pengetahuan seperti yang termaktub dalam pustaha-pustaha Batak yang mengundang para ilmuwan asing kuno untuk menyerap kebudayan Batak dan dibawa ke negeri masing-masing.

Disamping itu, juga ada Faktor lain diantaranya adalah hasil tambang dan perkebunan tanah Batak kuno yang khas dan spesifik yang tidak ditemukan di tempat lain.


Jenis Kebudayaan Batak Lainnya :


Tari Karo Menari atau manortor :

salah satu kegiatan penting dalam kegiatan upacara dalam adat Batak


Big Batak Family Kekerabatan :

dalam hubungan antar individu dalam masyarakat Batak sangat kuat dan kental, ditandai dengan kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan secara bersama dalam lingkungan keagamaan dan peradatan.


Gondang Naposo :

merupakan kebudayaan yang berasal Batak Toba, Sumatra Utara. Selain warga setempat, masyarakat luar Batak bisa menggelar sekaligus menikmati tradisi Batak Toba. Sejumlah warga Batak Toba yang lahir dan bertempat tinggal di Jakarta, belum lama ini, menggelar pertunjukkan musik Gondang Naposo. Mereka menyanyikan lagu Tilo-Tilo dan engko-Sengko dengan baik. Tarian Tora-Tora yang diiringi musik tradisional juga menghipnotis penonton untuk ikut naik ke atas panggung bergoyang bersama. Gondang Naposo digelar untuk melestarikan budaya Batak Toba. Adanya pergelaran seni ini diharapkan menggugah generasi muda agar tidak melupakan tradisi leluhur mereka di tengah derasnya budaya asing.


Kain Ulos :

Salah satu kerajinan tradisional yang sampai saat ini masih ditekuni warga adalah membuat kain ulos. Keahlian masyarakat Samosir membuat kain yang mempunyai kedudukan tinggi di dalam masyarakat Batak ini didapat secara turun-temurun. Motif pada kain ulos selalu mengandung makna, bisa melambangkan kasih sayang ataupun lambang-lambang religi. Cara menggunakan ulos juga tidak sembarangan karena cara memakainya pada pria dan wanita tidak sama yaitu ditentukan oleh motif yang ada.


Kesenian dan Kerajinan Yang menembus Pasar Eropa :


Samosir :

Salah satu kebudayaan Suku Batak di Pulau Samosir, Sumatra Utara, yang hingga kini masih dijalankan oleh warganya adalah cara membuat patung. Keahlian tersebut diperoleh warga setempat dari turun-temurun. Meski sudah ada alat modern, para perajin tetap mempergunakan alat tradisional yang digunakan nenek moyang mereka untuk membuat patung.


Musik Viky Sianipar Yang menembus Pasar Dunia :

Memperkenalkan musik tradisional bagi generasi muda bukanlah perkara gampang. Pasalnya, musik barat lebih dulu akrab di telinga anak muda. Viky Sianipar, musisi muda dari tanah Batak, Sumatra Utara ini misalnya, di tangan Vicky lagu berjudul Es Lilin yang berasal dari daerah Jawa Barat diaransemen ulang. Hebatnya, Viky tetap mempertahankan langgam Sunda dan diimbangi accord yang progresif. Alhasil, pasar internasional pun menerima aransemen musik tradisional garapan Viky. Obsesi memadukan musik tradisional dan modern juga diimbangi dengan hasrat Viky untuk memajukan tanah Batak, khususnya di seputar Danau Toba, Sumut. Melalui komunitas Toba Dream yang digalangnya, pria yang hasil karyanya pernah ditayangkan MTV ini mengajak anak muda untuk memelihara kelestarian Danau Toba.


Nampaknya, tidak banyak anak muda yang mencintai kebudayaan tradisionalnya sendiri. Tidak banyak pula anak muda yang ingin kembali ke kampung halaman mereka demi meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Apa yang dilakukan oleh Viky bisa memberi contoh kecil agar anak muda lebih aktif lagi mengenali dan mencintai tradisi leluhur.



beRita, LapoRan, wawancaRa, featuRes n maJaLah udaRa

  • Berita atau News :

    • What is the different ( sesuatu yang berbeda )

    • SomeThing Unusuall ( sesuatu yang tidak biasa )

    • Menurut V. Charn Ley, News is a timely report of the fact or opinion which is important or interesting or both foa a considerable number of people or the audience and published to mass media. ( Laporan tercepat tentang fakta atau pendapat yang penting atau menarik bahkan keduanya untuk sebagian besar orang dan dipublikasikan di media massa )


Berita berdasarkan tingkat Urgensinya :

  • Hard News

    • Berita yang isinya sangat – sangat penting, maka dari itu secepatnya harus disebarluaskan kepada khalayak. Media massa yang paling actual dalam menyiarkan berita adalah televise dan radio ( Live ). Internet bisa tetapi harus memakai Hot Spot. Jika Koran, berita yang terjadi hari ini, dimuat pada keesokan harinya.

  • Soft News

  • Isi beritanya sama saja, tidak terlalu mengejutkan. Biasanya dimuat di halaman ke dua.

  • Information News

    • Berita yang sifatnya pemberitahuan. Contoh : Jubir Presiden tentang suatu kebijaksanaan baru.


Berita berdasarkan cara pengolahannya :

  • Linier News

Berita yang diolah, diambil dari satu sisi, tidak banyak sisi. Lalu pada waktu tertentu dikembangkan menjadi suatu berita baru.

  • Straight News

Pertimbangannya terletak pada isi berita. Beritanya langsung pada paling inti atau pokok persoalan atau informasinya. Di media elektronik, televise dan radio, biasanya berdurasi sekitar 60 menit. Sedangkan di media cetak, surat kabar ditulis 1 kolom.

  • Indepth News ( Berita Mendalam )

Berita yang diolah secara mendalam. Tekhnik penulisan berita menggunakan 5W + 1H. Apabila dimuat dalam naskah berita, mengunakan tanda kutip. Sedangkan pada media Televisi, ada suara si narasumbernya. Berita mendalam tidak terletak di Hard News, karena bukan termasuk berita singkat.

Contoh : Tabrakan bus dan kereta api

  • Apa Yang terjadi ?

  • Kapan Terjadi ?

  • Kenapa Terjadi ?

  • Dimana Terjadi ?

  • Siapa ? dan

  • Bagaimana peristiwa itu terjadi ?


Nilai – Nilai Berita :

Nilai Berita adalah ukuran atau criteria suatu informasi yang pantas atau tidak pantas disebarluaskan ke media massa.

Macam – macam Nilai Berita :

  • Penting ( Important ), dari segi apanya :

    • Peristiwanya yang penting. Misalnya Hari ultah TNI ke – 63 yang jatuh pada tanggal 05 Oktober, tetapi dirayakan tanggal 12 Oktober 2008

    • Orangnya yang penting. Mungkin karma jabatannya ataupun karena keahliannya yang ia miliki.

  • Menarik ( Interest ) :

    • Misalnya, Bintang film, yang dilatarbelakangi oleh wajah maupun rupanya.

    • Peristiwanya yang menarik. Misalnya Pernikahan. Pernikahan merupakan berita penting, sedangkan menariknya, misalnya menikah di dalam air.

  • Aktual ( baru saja terjadi )

Misal perayaan 17 Agustus 1945 yang setiap tahunnya, selalu diperingati. Media yang paling actual dalam menyiarkan informasi adalah media televise dan radio ( Live Broadcast ). Di media radio maupun televise, berita yang paling actual dikenal dengan Stop Press. Misalnya, Soeharto yang mengundurkan diri pada tahun 1998. sedangkan pada media cetak yang paling actual adalah surat kabar Surabaya Post yang edarnya pada sore hari, yang membahas peristiwa pagi ini sampai siang hari. Sedangkan untuk koran yang edarnya setiap pagi, merupakan berita yang dimuat sehari sebelumnya.

  • Tidak Biasa ( Unusuall )

Misalnya kasus Lumpur Lapindo

  • Kedekatan ( Poximity )

Secara Emosional :

Jarak, misalnya, penting mana kecelakaan di suatu tempat atau di depan kampus Ubhara?

  • Humor ( Sesuatu yang lucu )

  • Ketegangan

Misalnya konflik antar suku, agama dll

  • Kemajuan

Biasanya tentang perkembangan teknologi, misalnya peresmian sebuah jembatan baru.

  • Human Interest

Misalnya bayi yang menderita suatu penyakit. Berita ini bertujuan, apabila ada orang yang berbaik hati ketika membaca atau melihatnya untuk menolong berita tersebut.

  • Berkaitan dengan unsur Sex

Misalnya perselingkuhan, perceraian, cabul, dll

B. Laporan :

Laporan, ada tiga jenis, yaitu :

  • Laporan Investigasi / Investigasi Report

Laporan yang diperoleh dari hasil penyelidikan. Biasanya menggali informasi di bawah permukaan yang tidak ditemukan di media manapun. Laporan ini membantu untuk memberikan informasi terkini. Misalnya Ijasah instant atau palsu.

  • Laporan Interpretatip

Laporan yang diangkat dari penafsiran dan biasanya di lakukan oleh Jurnalis senior. Dalam berita, tidak boleh dicampurkan antara opini dan fakta. Misalnya : Objek wisata yang dulu ramai, mengapa sekarang sepi? Dilatarbelakngi oleh apa? Dan kenapa sampai begitu ?

  • Laporan Komprehensif

Laporan yang tidak Linier. Semua aspek diangkat dan dianalisis secara benar. Laporan yang tidak linier artinya laporan ini terdiri dari banyak aspek.


C. Wawancara :

Adalah Proses kegiatan mendapatkan dan menyajikan informasi hasil Tanya jawab dengan orang yang diwawancarai atau narasumber.

Interview adalah pertemuan antara dua orang yang mendiskusikan masalah – masalah penting.


Jenis – Jenis wawancara, berdasarkan tempatnya :

  • Wawancara Studio :

Wawancara yang dilakukan di dalam studio yang hanya bisa dilakukan oleh media televise dan radio dengan mendatangkan narasumber. Bedanya, kalo Radio, wawancara menggunakan EarPhone, sedangkan di media televise tidak menggunakan EarPhone.

  • Wawancara Lapangan / On The Spot Interview:

Seorang wartawan media cetak, berupa surat kabar, dalam melaksanakan tugasnya harus membawa tape recorder / notes ( catetan kecil ). Misalnya ingin mengetahui bagaimana pendapat masyarakat tentang BBM, di suatu daerah tertentu.

Sedangkan, media elektronik, berupa media televise, harus membawa karamen dan reporter.

  • Wawancara Pribadi / Personality Interview :

iasanya, wawancara Pribadi dilakukan di tempat dimana narasumbernya erada, dan biasanya terkait dengan pribadi seseorang atau saksi mata suatu konflik. Misalnya para mantan pejuang kemerdekaan RI. Wawancara Pribadi, biasanya wartawan yang mendatangi si narasumbernya.

Dalam melaksanakan tugas, wartawan harus mempunyai etika. Apabila seorang narasumber meminta Off The Record bearti ia tidak mau kesaksiannya di publikasikan, dan wartawan harus menuruti. Jika melanggar, wartawan itu akan dituntut.


Jenis – jenis Wawancara, menurut tingkat Urgensi atau kepentingannya :

  • Wawancara Ekslusif

Wawancaranya, terkait dengan satu kasus saja. Kasusnya sangat penting dan baru saja terjadi. Misal SBY menaikan harga BBM

  • Wawancara Prediction / perkiraan / Interview Predictive

Wawancara yang terkait dengan kebijakan pemerintah, apa yang kira – kira terjadi. Missal Pemilu di Jawa Timur yang akan berlangsung sebentar lagi, maka dilakukan wawancara dengan topic “ Siapakah yang akan memenangkan Pemilu Jawa Timur 2008 ?”


Tahapan – Tahapan sebelum melakukan wawancara :

  • Menentukan tema atau topic

  • Menyusun pertanyaan

  • Menghubungi narasumber yang cocok dengan tema yang akan dibicarakan.

D. Features :


Adalah suatu tulisan yang disebarluaskan oleh media massa yang membahas masalah atau suatu kasus yang khas, supaya mendalam, dibahas dari beberapa aspek yang masih bersangkutan. Misalnya kasus Perceraian, Faktor apasaja yang bisa membuwat bercerai. Misalnya aspek agama, aspek ekonomi, aspek biologis, aspek budaya dan lain sebagainya.

Lead tidak harus berada dalam penulisan Features. Lead sendiri adalah bagian informasi yang terpenting dari sebuah berita yang pada umumnya ditempatkan pada bagian pertama dalam sebuah naskah berita.

Perbedaan antara Human Interest dan Features :

  • Human Interest merupakan suatu tulisan yang menyentuh perasaan atau hati nurani manusia. Human Interest lebih ditekankan bagaimana yang membuwat manusia yang membaca tersentuh.

  • Features merupakan suatu tulisan yang tidak menyentuh perasaan. Topic yang dibahas cenderung lebih luas.


E. Majalah Udara :


Adalah sebuah tulisan yang terdiri dari berbagai hal yang berbeda – beda, tetapi disatukan dalam sebuah acara dengan berbagai macam tema atau topic.

manaJemenT itu seBuaH seni aTaukaH iLmu ?

Bukan ke duanya, tetapi manajement merupakan perpaduan dari keduanya baik ilmu dan seni. Mengapa? Seni, di satu sisi sifatnya dinamis dan menuntut adanya kreatifitas dan keterlibatan di dalamnya. Sedangkan ilmu cenderung bersifat statis yang di dasarkan pada pembuktian ilmiah. Ke – duanya memiliki keunggulannya masing2. sebagai contoh dalam sebuah organisasi, diperlukan adanya tahapan2 kegiatan yang satu sama lain saling berhubungan. Contoh, apabila kita berbisnis restoran, maka tahapan2 yang harus dimulai dari penyewaan tempat atau rumah, penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, penentuan peralatan dan perangkat yang dibutuhkan sampai tahapan berbelanja harian hingga penjualan makanan kepada pembeli makanan di restoran kita, dll. Bahkan agar pembeli atau konsumen yang membeli makanan di restoran kita merasa puas, diperlukan tahapan untuk melatih pelayan restoran agar dapat melayani pembeli dengan ramah, bersahabat dan juga cepat. Akan tetapi, disisi lain bagaimana cara yang terbaik dalam melayani pembeli dengan ramah dan bersahabat tidak cukup hanya melalui pelatihan, karena berkomunikasi dengan orang – orang juga memerlukan seni yang sangat ditentukan oleh pengalaman dan sifat dari pelayan restoran yang kita miliki. Disinilah juga seni memiliki peran. Perannya adalah bagaimana kita memperlakukan tenaga kerja dalam menghadapi sifat dan karakter orang – orang. Dari sinilah seni dan ilmu dipadukan. Manajemen sebagai seni dapat dilatih melalui lembaga dan pengalaman dalam menghadapi kasus. Adapun manajemen sebagai ilmu bisa dipelajari melalui pendidikan dan latihan.





baGaimanakaH PeRan oRganisasi n manaJemenT daLam keHiduPan manuSia :

Setiap manusia tidak terlepas dari kehidupan di sekelilingnya, karena memang manusia adalah makhluk yang tak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Itulah sebabnya kita tidak perlu heran apabila manusia senang untuk membuat organisasi, baik organisasi politik maupun organisasi social lainnya. Organisasi merupakan element yang amat diperlukan dalam kehidupan manusia. Dengan organisasi membantu kita untuk melaksanakan hal – hal atau kegiatan – kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik oleh individu sendiri.

Pada dasarnya kemampuan manusia terbatas sedangkan kebutuhan manusia tak terbatas, maka dari itu manusia perlu memanage dirinya sendiri, yaitu yang berupa perencenaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian maupun pengendalian yang baik dari individu itu sendiri dalam melakukan sesuatu yang ingin direalisasikannya.

Jadi intinya baik organisasi maupun manajement sangatlah penting bagi kehidupan manusia supaya hidup manusia lebih teratur, terarah, dan tersusun rapi dari bangun tidur sampai pergi tidur.












KonseP,konstRak dan vaRiabeL

Perubahan yang serba cepat di sekitar kita akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah tatanan hidup yang lebih global baik fisik maupun psikis. Kemajuan tersebut ternyata tidak hanya berdampak positif seperti yang diharapkan dalam memajukan kesejahteraan hidup manusia, tetapi semakin tidak terkendali dan kompleks seperti ekses polusi dari teknologi ,ekses pengangguran dari pengalihan tenaga manusia ke mesin, dan semakin langkanya sumber daya manusia yang turut memojokkan manusia dalam kompetisi global tersebut.

Oleh karena itu diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas, berbeda dari sekedar manusia seperti masa lalu. Mereka diharapkan mampu mengantisipasi dunia global dengan tuntutan teknologi canggih beserta pemecahan masalahnya dan mampu dengan cepat mengantisipasi perubahan-perubahan yang mempunyai pemikiran analisis yang tajam, dan kreativitas yang tinggi serta peka akan tantangan persoalan-persoalan yang ada disekitarnya. Kemampuan seperti ini sukar lagi diperoleh melalui sekolah dengan kurikulum seperti saat ini. Untuk itu diperlukan terobosan-terobosan pembelajaran untuk mengejar atau mengakselerasi pencapaian kompetensi remaja dalam kompetisi tuntutan zaman yang terus meningkat.

Salah satu bentuk terobosan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan jalur-jalur pendidikan yang non-kurikuler, berupa kegiatan yang mengubah remaja sebagai sumberdaya manusia yang mampu melakukan inovasi dan pengembangan iptek.

Sementara itu perlu dilakukan usaha yang sifatnya segera dan nasional mengenai sikap dan kesadaran remaja akan pentingnya sikap dan minat terhadap penelitian dan ilmu pengetahuan. Adanya gap antara remaja dan bidang tersebut disebabkan: kurangnya lembaga atau perorangan yang peduli akan pentingnya “research-minded” bagi remaja, terbatasnya kesediaan sarana dan belum adanya suatu kurikulum ke arah tercapainya wawasan ilmiah bagi remaja.

  1. Konsep

Konsep adalah pengertian manusia yang di tata lebih jauh dan disusun sedemikian rupa sehingga terjadi pengertian dengan batas – batasan yang jelas. Guna atau manfaat konsep antara lain menjembatani dunia rasional ( sesuai dengan logika manusia ) dengan dunia empirit ( dunia yang diluar batas kemampuan manusia ).

Syarat – syarat Konsep, yaitu :

  • Maknanya yang sesungguhnya harus dimengerti secara umum dan digunakan secara konsisten

  • Didefinisikan secara konkrit atau menggunakan logika

  • Dapat didayagunakan untuk penelitian empirit

Tahap – tahap pembuatan Konsep :

  • Kognitif : Bagaimana mengkoordinasi keinginan kita dengan cara observasi di lapangan

  • Evaluasi : Hasil sementara observasi tadi, di persepsikan sementara

  • Operasional : Mengendalikan dan mengarahkan jawaban – jawaban individu yang dikaji lebih dari satu orang dalam rangka untuk mengarah kepada konsep yang diinginkan

  • Komunikasi : Bahwa konsep harus memungkinkan adanya proses komunikasi

Jadi intinya sebelum mengambil suatu kesimpulan, perlu digunakan suatu tahapan – tahapan. Dari penjelasan dan pengertian tentang Konsep di atas, maka penulis mencoba mengambil suatu contoh bentuk dari Konsep.

Secara gampang, Universal artinya umum. Sebagai contoh, konsep kemanusiaan adalah konsep yang dipercaya berlaku Universal, sebab konsep ini dipercaya dimiliki oleh setiap manusia tanpa membedakan apakah manusia tersebut berkulit hitam, berkulit putih, beragama islam atau beragama Kristen, apakah ia orang Tionghoa atau orang Amerika.

  1. Konstrak

Untuk memperoleh suatu pengertian yang lebih jelas, dibutuhkan suatu Konstrak. Tujuannya supaya suatu tercipta pengertian yang lebih terorganisir diberikan pula suatu pengertian yang lebih jelas. Konstrak intinya membangun suatu pengertian yang lebih menyeluruh.

Dari pengertian diatas, maka penulis mencoba mengambil suatu contoh tentang bagaimana seseorang mengkonstrak tentang pengertian Artis. Pasti akan ada pengertian Glamour, Sensual, Heboh, Aktris maupun Aktris, Dunia Entertainment, Panggung Hiburan, dan lain sebagainya.

  1. Variabel

Variabel adalah pengelompokan secara logis dari dua atau lebih atribut dari objek yang diteliti. Atribut itu misalnya : Tak – Sekolah, Tak Tamat – SD, Tidak Tamat SMP. Maka variabelnya adalah tingkat pendidikan dari objek penelitian itu. Variabel tingkat pendidikan merangkum semua atribut tadi di atas.

Jenis – jenis variable menurut sifatnya, variable dapat dibedakan menjadi variable kuantitatif dan variable kualitatif.

  1. Variabel Kuantitatif.

Jika cirri – cirri dari suatu fakta social dapat dinilai dengan angka, maka dinamakan variable Kuantitatif. Contoh variable Kuantitatif :

    • Rata – rata pendapatan mahasiswa tahun 2007 – 2008 Universitas Bhayangkara, Fakultas Sospol, Jurusan Ilmu Komunikasi.

    • Rata – rata nilai UNAS siswa – siswi SMA Dharma Wanita Surabaya Tahun 2007 – 2008.

  1. Variabel Kualitatif

Variabel Kualitatif pada dasarnya nilai atau data yang berupa angka. Nilai variable kualitatif tidak dapat dinyatakan ke dalam bentuk angka, tetapi ke dalam bentuk kategori, jadi, satu unsure variable hanya dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. Misalnya jenis alat transportasi di Indonesia, hanya dapat dibedakan ke dalam kategori : Pesawat Terbang, Kapal Laut, Kendaraan Bermotor dan lain seterusnya.





beRfikiR....??

Banyak dari pengamatan, kita merasa berhutang budi dalam kemajuan yang sangat mengesankan, yang menyebabkan perombakan wajah dunia dan sekitar kehidupan. Mungkin di pikiran kita, dengan berfikir dapat membantu kita dalam mengetahui segala sesuatu, tapi yang paling utama, apakah sebenarnya berfikir ? . misalnya ada sebuah kalimat seperti ini “ apakah yang sedang kamu pikirkan ? “, lalu seorang itu menjawab “ saya sedang memikirkan keluarga saya “. Disini dapat berart adanya bayangan, kenangan yang saling mengikuti dalam kesadaran seseorang itu. Dan dapat diambil kesimpulan bahwa berfikir sebenarnya adalah perkembangan idea dan konsep.

Pemikiran keilmuwan, bukanlah suatu pemikiran yang biasa, tetapi sungguh – sungguh, artinya suatu cara berfikir yang berdisiplin, dimana seseorang yang berfikir sungguh – sungguh tak’akan membiarkan ide dan konsep yang sedang dipikirkannya tanpa arah, jadi yang dipikirkannya harus mengarah pada tujuan tertentu, dimana tujuan ini adealah pengetahuan.

Seseorang mungkin berfikir, apabila objek yang ingin diketahui sudah ada, maka pemikiran pun tentu tidak dibutuhkan, yang harus dilakukannya hanyalah sekedar membuka mata atau memastikan perhatian terhadap objek itu. Tetapi apabila objek yang ingin diketahuinya belum tertentu tidak diberi, maka kelihatannya berfikir tidak akan mendekatkannya ke seseorang itu. Namun ternyata salah, ternyata berfikir memerankan peranan yang sangat membantu bahkan sangat menetukan.

Misalnya ada 2 noktah merah di muka mata saya, dan yang perlu saya lakukan hanyalah sekedar melihat noktah itu, tapi ternyata ada hal – hal lain yang perlu untuk

diselidiki. Misalnya tak ada noktah tanpa latar belakang dan warna latar belakang itu sendiri, noktah itu pun juga mempunyai panjang dan lebar tertentu. Dalam kasus ini perlu usaha yang harus dilakukan dalam berfikir untuk mendekatkan pada suatu permasalahan sampai pada suatu tahapan tertentu. Cara berfikir inilah sering dilakukan oleh para ahli falsafah yang terbesar di dunia, Aristoteles.

Tetapi dalam kegiatan keilmuwan, cara berfikir seperti ini dianggap kurang penting. Alasannya, titik berat dalam usaha untuk memahami objek belum ditentukan dengan cara berfikir di atas, tetapi yang dilakukannya dinamakan dengan penalaran bukan berfikir.

Aristoteles mengatakan hanya ada 2 kemungkinan dalam hubungan dengan objek yang ingin diketahui, yaitu apakah objek itu sudah diketahui atau belum. Jika objek telah ditetapkan, maka yang kita lakukan hanya melihat dan menggambarkannya. Tetapi, apabila objek belum ditetapkan, maka kita tak punya pilihan lain dengan cara menemukan sesuatu hal tentang objek itu, yang dapat dilakukan dengan menalar. Kita hanya mengetahui pengetahuan dengan jalan mengamati atau menalar saja.

Dewasa ini, adanya kesalahpahaman yang mengatakan bahwa kita dapat mengetahui sesuatu lewat itikad, baik itikad psitif maupun itikad negative, dan ada yang mengatakan adanya lompatan yang mungkin berguna dalam memperoleh suatu pengetahuan. Tetapi sebenarnya itu salah semua. Tidak ada hal semacam itu dalam kegiatannya mencari pengetahuan.

Penalaran juga mempunyai masalah penting, diantaranya adalah bagaimana caranya untuk menanamkan atau mengetahui sesuatu objek yang belum tertentu lewat penarikan kesimpulan. Namun satu hal yang pasti yakni, bahwa kita dapat mempelajari sesuatu dengan deduksi. Misal ada orang yang bertanya berapa hasil perkalian 23169 * 7847 ? mula – mula saya tidak tau, apabila saya tidak mengerjakan terlebih dahulu perkalian itu. Dalam mengerjakan perkalian itu, diperlukan cara untuk menjawabnya, yaitu dengan cara menalar. Akhirnya tak diragukan bahwa setiap waktu kita belajar dengan menalar.

Penalaran dapat dilakukan, apabila memenuhi 2 persyaratan: yakni pertama, harus adanya premis tertentu yang berupa pernyataan yang kebenarannya telah diketahui atau dapat diterima. Kedua, harus mempunyai cara dalam melakukan penolakan kesimpulan. Disamping itu dalam membuat penalaran, harus mengatur aturan yang dinamakan modus ponendo ponens yang artinya jika terdapat kalimat memenuhi persyaratan tertentu, kalimat yang dimulai dengan “ jika “ dan antesedennya, maka konsekuensi dapat diterima.

Terdapat dua bentuk aturan yang berbeda satu sama lain. Yang pertama adalah aturan yang pasti, artinya, bila peraturan ini diterapkan dengan baik, maka hasilnya adalah benar. Aturan yang ke dua adalah aturan yang tidak pasti, yang sayangnya para ilmuwan lebih banyak mempergunakan aturan ini dibandingkan dengan peraturan yang pasti.

Semua aturan yang benar, pasti orang menarik kesimpulan dari anteseden kepada konsekuen, yakni dari “ yang pertama maka yang ke dua”. Tetapi berbanding terbalik dengan peraturan yang tidak pasti, yakni “ yang ke dua maka oleh sebab itu yang pertama “. Tetapi ahli logika ini, menyatakan aturan yang ke dua ini salah, untuk digunakan dalam kehidupan, terutama dalam ilmu.

Induksi,umpamanya mempunyai premis seperti “ beberapa individu bertingkah laku seperti anu “. Dari kalimat ini, dapat ditarik kesimpulan, bahwa semua individu bertingkah laku seperti anu pula. Hal ini jelas merupakan sebuah penarikan kesimpulan dari yang ke dua kepada yang pertama dan ini jelaslah merupakan kesimpulan yang tidak pasti.

Jalan pikiran dalam ilmu tidaklah sesederhana. Jauh dari itu, manusia telah mengembangkan metode yang sangat teliti dalam memperkuwat kesimpulan yang tidak pasti. Akibatnya adalah bahwa teori – teori keilmuwan tidak merupakan kebenaran yang pasti. Apa yang mampu dilakukan ilmu, dan apa yang sebenarnya memang dilakukan ilmu, semuanya hanyalah bersifat kemungkinan ( peluang ).

Namun dengan adanya hakekat peluang ini semuanya tidak lantas jadi mudah begitu saja. Kita harus mengetahui apakah sebenarnya peluang itu, maka pertanyaan yang harus di jawab adalah bagaimana cara untuk memperoleh peluang ?

Semua keragu – raguan diatas nampaknyaseakan – akan suatu yang tak berdasar, bila ditinjau dari segi keberhasilan apa yang dicapai oleh ilmu. Sebagai contoh dasar: dasar apa yang kita punya untuk menganggap bahwa matahari akan terbit esok hari? Kemungkinannya kita akan menjawab hal ini memang sudah terjadi demikian, tetapi penalaran seperti ini tidaklah cukup. Dari sini, jelas bahwa kita tak dapat mengambil kesimpulan, bahwa dikemudian hari hukum itu akan tetap seragam.

Pertimbangan – pertimbangan ini,menyebabkan kita, mempunyai sikap yang lebih jelas terhadap ilmu. Sikap – sikap ini dapat diformulasikan sebagai berikut : pertama, dari segi praktis. Ilmu itu sangat berguna. Ke dua, secara teoristis.. ilmu memberikan kepada kita, sebagai tambahan terhadap uraian – uraian tentang gejala – gejala yang diamati, pernyataan – pernyataan yang bersifat peluang. Ke tiga, sikap ini diturunkan dari kaidah, orang yang berfikir harus memihak ilmu dan menentang kekuasaan manusia, apabila terjadi suatu kontradiksi, yang bertentangan. Misalnya, ilmu dengan Ideologi. Karena alasan inilah, maka semua ahli falsafah di dunia menolak Ideologi Komunis. Penolakan jenis ini adalah irrasional dan tak dapat diterima.

Ke empat, ilmu bukanlah sesuatu yang pasti, dan apabila kita menemukan sesuatu yang pasti dimana penemuan itu menentang apa yang dipertahankan ilmu, maka kita harus memihak kepada sesuatu yang pasti tersebut dan menentang teori keilmuan.

Ke lima, ilmu hanya mempunyai kemampuan dalam bidangnya sendiri. Contoh : pernyataan seorang dokter terpuji yang berkata bahwa tak mungkin terdapat kesadaran dalam membedah mayat. Ilmu si dokter tadi, sangatlah salah. Hal itu disebabkan oleh metode yang dipakainya, yang hanya terbatas kepada penelitian tubuh manusia. Jika diteliti, dokter yang baik itu tak mempunyai dasar keilmuwan atau penalaran apa pun untuk membuat pernyataan tersebut. Hal ini jelas bukanlah ilmu – ilmu alam atau ilmu bedah, melainkan falsafah murni, dan sayangnya falsafah yang salah.

Hal semacam ini sebenarnya merupakan bahaya yang sangat besar. Bagian yang luas dari daerah banyak yang belum diselidiki untuk penelitian keilmuwan, apalagi hal – hal yang berhubungan dengan manusia. Apa yang etrjadi, apabila manusia ingin mengisi jurang pengetahuan yang luas ini dengan falsafah pribadinya yang sangat kekanak – kanakan yang dia pandang sebagai ilmu?

Ilmu menikmati kekuasaan yang sedemikian besar, dan dalam lingkup ini, wakil – wakilnya pun menjadi sangat berbahaya apabila mereka mulai berfalsafah di luar kemampuan mereka.

Jadi intinya hanya falsafah yang bisa memperingatkan kita kepada kegilaan yang didasarkan pada pemikiran yang salah, yang sering mengancam kita dengan dalih kekuasaan keilmuwan. Kiranya salah satu fungsi falsafah yang terpenting adalah mempertahankan pemikiran yang benar terhadap suatu fantasi dengan omong kosong belaka.
















TransLator

Kamus Indonesia-Korea

Korean Keyboard